21 Hari Bermeditasi Menemukan – Hari Kesembilan

Created

-Semua kutipan dari tulisan di bawah ini diambil dari tulisan karya Sri Chinmoy-

Inspirasi Hari Ini

“Tanpa batas itulah sifat kedamaian batin.
Bagaikan langit tak bertepi,
Kedamaian batinmu meliputi segalanya.”

Teknik Meditasi yang Dilatih: Dasar Lautan, Kemahaluasan Langit

“Bermeditasi bagaikan menyelam ke dasar lautan, segalanya tenang dan damai. Di permukaan, bisa saja ada banyak gelombang, tapi itu tidak mempengaruhi keadaan di bawah sana. Keheningan terasa di dalam kedalaman lautan yang terdalam. Saat kita memulai meditasi, pertama-tama kita mencoba menjangkau keberadaan batin kita, keberadaan kita yang sejati—yang diumpakan sebagai dasar lautan. Demikianlah, saat gelombang datang dari dunia luar, kita tidak terpengaruh. Ketakutan, keraguan, kekhawatiran dan semua guncangan duniawi akan terhempas begitu saja karena di dalam diri kita ada kedamaian sejati, kedamaian yang tidak tergoyahkan.”

“Rantai pikiran tidak bisa menyentuh kita, karena pikiran kita terisi kedamaian, keheningan, kesatuan. Layaknya ikan di lautan, mereka berlompatan dan berenang-renang tanpa meninggalkan jejak. Layaknya burung yang terbang di langit, merekapun tidak meninggalkan bekas. Sehingga ketika kita sedang berada pada alam meditasi yang tertinggi, kita merasakan bahwa kita adalah langitnya dan semua burung-burung yang berterbangan lalu lalang tidak bisa menganggu kita. Pikiran kita adalah langitnya dan hati kita adalah lautan tak bertepi. Inilah meditasi.”

Masukan Positif: Janganlah Mengkritik

Selama satu hari, cobalah untuk tidak mengkritik orang lain, sebaliknya justru cobalah untuk melihat kualitas positif pada diri orang lain dan bersimpati dengan kesulitan yang mereka hadapi.

“Kita memiliki kedamaian hanya setelah kita berhenti mencari-cari kesalahan orang lain. Kita harus merasakan seluruh dunia ini adalah milik kita. Saat kita menemukan kesalahan orang lain, kita memasuki ketidaksempurnaan diri mereka. Ini sama sekali tidak membantu diri kita. Anehnya lagi, semakin dalam kita terperosok, semakin jelas bagi kita bahwa ketidaksempurnaan orang lain adalah ketidaksempurnaan kita juga hanya saja ketidaksempurnaan itu ada di tubuh dan pikiran orang lain.”

“Jangan salahkan dunia.
Temukan solusinya.”